Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label catatan perjalanan. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 September 2011

Gunung Burangrang


Ketinggian : 2050 mdpl
Lokasi : Bandung
Lama pendakian : 3-4 jam



Cara menuju burangrang dari Jakarta
1) Dari jakarta (lebak bulus) naik bus jurusan Bandung/Tasik/Garut dan turun di jembatan Cimareme (setelah gerbang tol padalarang.) ongkos : Rp 26.000,00
2) Turun ke bawah (jalan raya cimareme), naik salah satu angkot yang ke arah kiri
• Angkot ijo-orange (padalarang-cimahi-st.hall/lw panjang)
• Angkot ijo-kuning-item (cililin-batu jajar-cimahi)
• Angkot orange (padalarang-cimahi) Turun di perempatan citeureup-kolonel masturi ;
ongkos Rp 2.000,00
3) Ganti angkot kuning jurusan Cimahi (atas)-cisarua-parongpong,
Via jalur legok haji : turun di SPN
Via jalur komando : turun di pertigaan komando ;
ongkos Rp 4.000,00
4) Dari pertigaan komando jalan kaki masuk ke dalam atau naik ojek. jalan kaki sekitar 30 menit dari gerbang yang bertuliskan “KOMANDO”,

Selasa, 19 April 2011

Perjalanan menuju Desa Baduy


 “ we entered as a stranger, we came out as a brother..”

Seperti hal-nya malam-malam sebelumnya, selalu susah memejamkan mata ketika paginya harus bangun dan melakukan perjalanan. Malam itu saya habiskan dengan ngobrol dengan teman chating saya, dan baru packing jam dua pagi. Masih ada waktu tiga jam lagi untuk tidur dan berangkat. “ayo... semangat nanti pagi bertemu teman-teman baru.” seseorang teman menyemangati saya.

Jum’at, pukul 05.30 WIB
Saya sudah terbangun, sholat subuh, mandi lalu kemudian menuju stasiun. Tujuan saya adalah stasiun Tanah Abang, dan kereta ekonomi AC yang menuju Tanah Abang berangkat pukul enam kurang sepuluh menit. Saya berangkat bersama dengan orang-orang kerja, beruntung kereta ke Tanah Abang tidak begitu penuh, mungkin karena masih terlalu pagi. Mmm... seandainya saja teman saya itu jadi ikut, setidaknya saya ada teman ngobrol sepanjang perjalanan ini. Tepat pukul tujuh kereta tiba di stasiun Tanah Abang, masih lama dari waktu ketemuan. Saya pun menuju ruang tunggu di dekat loket, dan mendengarkan musik dari MP3 saya.

Rabu, 02 Februari 2011

Kemping Ceria di Pulau Perak.



Ajakan trip ke sebuah pulau di ujung utara Kepulauan Seribu dari seorang teman sepertinya menarik. Apalagi belum begitu banyak catatan perjalanan ke pulau ini di internet, dan memang jarang orang yang mengenal Pulau ini sebagai tujuan wisata di Kepulauan Seribu.
 “Ayolaah..mumpung belum banyak orang yang kesana, dan belum begitu terkenal seperti tidung dan pramuka, saya berbaik hati rela kesana untuk kedua kalinya demi kalian” kata-kata itulah yang dipakai teman saya ini untuk membujuk saya, apalagi ditambah dengan rincian budget dan kegiatan yang saya lihat sebelumnya yang telah dibuat teman saya, cukup menarik dan tidak terlalu mahal.
Sehari sebelum keberangkatan kami pun mempersiapkan peralatan yang akan dipakai untuk kemping: tenda, flysheet,nesting, kompor, selebihnya adalah peralatan-peralatan pribadi dan logistik untuk 2 hari 1 malam.

Kamis, 27 Januari 2011

Pulau Sempu (part.2)


Pagi-pagi saya terbangun oleh suara di luar tenda, ternyata cewe-cewe sudah bangun dan lagi merapihkan carrier. Sorry kalo saya setengah sadar sempat hampir mengira suara-suara di luar itu adalah babi hutan.hahahaaa... saya keluar dan mulai memasak air untuk buat minuman dan membuat indomie, perut harus ke isi sebelum mulai jalan lagi. Pagi ini gantian saya sendirian yang mencari jalan. Setelah memakai sepatu PDL  andalan, saya pun menerobos rubuhan pohon tumbang, benar kata teman saya semalam memang enggak ada tanda-tanda bekas jalur, agak ke kanan saya juga menemukan botol aqua yang tadi malam dilihat teman saya. Seperti ada jalan setapak tapi lagi-lagi hilang. Saya coba berteriak memanggil teman-teman saya dan mereka menjawab, bagus berarti saya belum terlalu jauh berjalan. Saya coba jalan agak jauh ke depan sampai menemukan pohon tumbang besar selanjutnya, dan tetep tidak ada tanda bekas dilalui. Saya pun balik lagi ke tempat botol Aqua tadi, coba menerobos ke arah kiri ke rimbunan pohon tumbang lainnya dan BINGO..!! saya menemukan jalannya :D. Ternyata bukan terus lurus seperti kata teman saya, tapi berbelok ke kiri dan tempat kami mendirikan tenda tepat di belakang jalur. Tapi kok tadi malam gak keliatan ya??hahahaaa...... Saya pun langsung kembali ke tenda. Kata teman saya yaa.. mungkin kita disuruh istirahat dulu di sini gak maksain terus jalan. Kami pun bergegas packing dan melanjutkan perjalanan.


Dari tempat kami camp tadi ternyata sudah dekat dari pohon tumbang besar yang katanya menandakan bahwa sudah setengah perjalanan. Dari belakang mulai terdengar suara orang, tampaknya ada rombongan lain yang jalan. Dan dugaan kami benar di belakang memang suara orang dan jumlahnya 57 orang satu rombongan! Sepertinya mereka menyeberang tadi pagi. Jalur menjadi antri, kami lebih memilih beristirahat dulu membiarkan mereka lewat semua. Percuma juga buru-buru sampai ke Segara Anakan kalo nanti di sana kaya pasar. Beruntung mereka tidak menginap cuma singgah sebentar. Sepertinya mereka dari rombongan karang taruna yang sedang bertamasya, dari mulai anak kecil sampai orang tua ada. Dan mereka heran melihat kami membawa tas gunung dan berjalan lambat, jelas aja di tas saya aja ada tiga botol aqua besar ditambah dirigen air 5 liter. Dengan pertimbangan jangan sampai kekurangan air. "Safety first, comfort second".

Pulau Sempu (part.1)


Jakarta - Jum’at, 14 Januari 2011
“Sorry., gue gak bisa ikut, gue harus ikut yusidium di kampus.”
“Gue juga gak bisa ikut, kalo gak ada temen cewe-nya. Lagipula gue belum ada duit....”
“ Ndi.., sorry gue gak bisa ikut besok, tiba-tiba aja senin-nya gue harus ada di kampus buat ngurus skripsi gue...”
Nada dering panggilan handphone...,
“Ndi.., maap gue gak bisa ikut. Tiba-tiba aja gue demam, udah dua hari ini.....bla..bla..bla..”
“Coy..sorry kayanya gue gak jadi ikut, tiba-tiba aja ada tamu kantor dan gue harus nemenin. Lagian cuaca di Malang juga lagi buruk bla..bla..bla..”
................................
Saya juga sempat menghawatirkan cuaca di Malang yang buruk dua hari belakangan ini. Tapi kata teman saya yang sempat menghubungi nelayan di Sempu, bahwa Pulau Sempu tetap dibuka dan juga sms teman saya di Surabaya yang isinya “Apapun yang terjadi, kita tetap meluncur ke Sempu” membuat saya kembali semangat. Kereta tidak akan pernah batal berangkat gara-gara menunggu penumpang bukan?? :Dari 7 orang yang akan ikut, 5 orang membatalkan diri dengan berbagai alasan. Tinggal saya berdua saja dengan teman dari Padang (kalo yang ini gue tau banget orangnya, dia tipe orang impulsif, dan gak mungkin pula dia membatalkan keberangkatan karena sudah pesen tiket  jauh2 hari Padang-Jakarta.) Yaa..setidaknya masih ada temen-temen dari Malang dan Surabaya, bukan cuma kita berdua.

Pukul 11.00 WIB saya berangkat sendiri dari kostn dengan membawa ransel gunung pinjaman temen. Kami janjian bertemu di stasiun Jatinegara. Tiba di stasiun Jatinegara dia masih belum dateng. Akhirnya sambil menunggu dia datang, saya duduk lesehan dekat loket penjual karcis. Diseberang loket terlihat seorang pemuda sedang antri membeli tiket sambil membawa ransel gunung sama seperti saya. Pemuda itu lalu menghampiri saya sekedar menyapa dan berjabat tangan.
“ Mau kemana mas?? ”
“ Ke Malang mas, mas sendiri mau kemana? “
“ Ooh..Saya mau ke Merbabu mas.., udah dulu ya mas kereta saya bentar lagi tiba”
Dia pun langsung masuk ke dalam peron. Saya merasakan kehangatan ramah tamah anak gunung, walaupun tidak saling kenal tapi mencoba untuk menyapa. Persis ketika kita bertemu pendaki lain ketika sedang naik. Tidak lama kemudian teman saya pun datang.

Matarmaja - Sabtu, 15 Januari 2011
“ Udah sampai mana mas?? “ bunyi sms pagi itu dari teman saya di Malang.
“ Udah di Stasiun Kota Lama Malang, bentar lagi juga sampai tapi aku mau bersih-bersih badan dulu.”
“ Okey.., bentar lagi aku ke stasiun, lagi nunggu temen dulu”
Setelah bersih-bersih dan sarapan pagi di stasiun kota baru Malang, akhirnya dateng juga teman-teman saya anak Malang. Bertiga, dua cewe dan satu cowo.
“ Lho.. kok cuma bertiga?? “
“ Lah..mas sendiri kok cuma berdua, katanya bertiga”
“ Iya.. terakhir temanku dari Bali batalin keberangkatan juga, tenang.. masih ada temenku dari Surabaya ”
Tidak lama kemudian dateng juga teman-teman dari Surabaya, cuma berdua juga.hahaaa... Setidaknya sekarang kami bertujuh dari rencana lima belas orang, masih ada setengahnya.
Pertama kali bertemu, (kecuali saya yang kenal sama semuanya) jarang ada yang berbicara, semua saling diam. Saya memakluminya karena baru pertama kali kenal, pertama kali trip dengan orang yang baru dikenal adalah hari pertamanya pasti lebih banyak diam. Dan sepanjang perjalanan kami pun lebih banyak diam.

tiba di Sendang Biru

Senin, 01 November 2010

Mahameru 17 Agustus 2010 (2)


Ranu Kumbolo

Tepat pukul 10.00 WIB kami tiba di Ranukumbolo. Sesampainya di Ranukumbolo sudah banyak pendaki yang mendirikan tenda, kami bertemu kembali dengan mas arif dan mas ipul di Ranukumbolo, kata mereka teman-teman yang lain sudah berangkat duluan menuju Arcopodo tadi pagi. Saya langsung membongkar carrier saya lagi untuk mengisi air secukupnya unutk bekal sampai Arcopodo dan mencuci peralatan masak tadi pagi. Pagi itu kami beristirahat sebentar di Ranukumbolo sampai makan siang, saya masih sempat mandi sebentar di pinggir danau.

“ Saya sampai sini saja ya mas..,saya udah gak kuat, tapi kalian harus sampai puncak, udah jauh-jauh dari Jakarta masa gak sampai puncak, kalo saya sih masih bisa kesini lagi kapan saja, titip salam buat teman-teman kalo nanti ketemu di atas” kata pak Agus.

Minggu, 31 Oktober 2010

Mahameru 17 Agustus 2010 (1)

Mahameru

“Suatu saat nanti saya akan berdiri di tanah tertinggi Pulau Jawa”
Impian itu sudah ada sejak lama, karena alasan itu pula saya ikut organisasi pecinta alam di kampus. Ditempa di alam terbuka, survive di didalam hutan dan belajar cara memanage perjalanan. Itu adalah modal yang sangat berharga untuk bisa bermain-main dengan alam.

Tahun ini saya memang sudah lama berencana merayakan 17 Agustusan di puncak Mahameru, tapi karena tahun 2010 ini 17 Agustus bertepatan dengan bulan puasa saya menjadi ragu-ragu,
Masih adakah upacara 17-an di atas sana bulan puasa ini??”
Rencana itu sempat saya buang jauh-jauh, sebelum akhirnya secara tidak sengaja saya bertemu dengan teman SMA saya, salah satu anggota pecinta alam IPB di dalam bus dalam perjalanan pulang ke rumah.
“Puasa-puasa gini masih ada yang naik??” tanya saya
Jangan jadikan puasa sebagai alasan tidak beraktifitas” begitu katanya
Lagipula kaya gak tahu anak gunung aja, mana ada sih anak gunung yang puasa” kata dia lagi
Entah anak gunung mana yang dia maksud.hahaaaaa…..

Rabu, 04 Agustus 2010

Bromo


Beberapa kali singgah di kota Malang, tetapi belum pernah menginjakkan kaki ke Bromo membuat saya penasaran. Lagi-lagi karena masalah klasik, tidak ada teman untuk di ajak sharing biaya untuk backpacker ke bromo. Tapi kali ini secara kebetulan sebelum hari H ada teman kampus saya yang akan main ke Malang juga ngantar adeknya ujian di Brawijaya, langsung saja saya ajak untuk joint ke Bromo dan dia langsung setuju, setidaknya pergi berempat lebih baik daripada cuma pergi berdua. Akhirnya kami  janjian untuk ketemuan di kota Malang saja.

Rabu, 02 Juni 2010

Pulau Tidung di Kepulauan Seribu


Kamis, 27 Mei 2010

Hii all, jgn lupa bangun pagi besok.
Kalo bisa jam 6 udah di pelabuhan Muara Angke,
soalnya kapalnya berangkat pagi n bakal penuh krn long wikend.
See you there!

Jam 8 pagi saya terima sms dari teman saya waktu di Karimun Jawa yang akan mengajak saya melakukan perjalanan ke pulau tidung di kepulauan seribu. Kebetulan besok jum’at adalah long weekend libur waisak. Saya pun kembali melanjutkan tidur masih ada waktu 22 jam sebelum berangkat pikir saya, tiba-tiba handphone saya berbunyi.

“yaaaa..halooo..”
“ndi…lu mau ikut ke anyer gak survey buat acara besok??” kata teman kampus saya di telepon
“kagak ahh.., gue besok mau ke pulau seribu”
“ya elah bentar ajaa..,sore juga udah pulang. Elo kan pernah tinggal di Cilegon, bantuin gue cari penginapan di sono, gue tunggu di kampus jam 11 okey..”

Kleeek..handphone langsung mati
Akhirnya terpaksa siang itu saya berangkat ke anyer untuk bantu cari penginapan buat acara besok.

Sesuai dugaan saya, hampir semua penginapan di anyer-carita sudah full booked untuk long weekend ini, akhirnya kami mendapat penginapan di daerah Labuan deket ke arah Tanjung Lesung. Jam setengah satu malam saya sampai di kostn abang saya di daerah kuningan, karena lebih dekat berangkat dari kuningan ke pelabuhan muara angke daripada saya harus berangkat dari Depok. Dan malam itu saya benar-benar tidak bisa tidur takut kebablasan bangun lewat jam 6 pagi, mengingat saya biasa bangun jam 10 pagi.

Jum’at 28 Mei 2010

Pukul setengah enam pagi saya sudah bersiap-siap, perkiraan perjalanan dari kuningan ke Muara Angke adalah 45 menit dengan menggunakan taksi. Taksi yang kami tumpangi keluar pintu tol Pluit dan meluncur ke arah pelabuhan muara angke.

Tiba di muara angke ternyata sudah banyak orang-orang yang akan pergi ke pulau seribu, jalanan di sekitar muara angke menjadi macet, dan kapal-kapal sudah penuh sesak. Suasana sekitar pelabuhan mirip arus mudik lebaran, karena saking banyaknya orang-orang yang akan pergi ke pulau seribu. Dengar-dengar hari itu hampir 2000 orang yang akan menghabiskan long weekend di pulau seribu. Ternyata pulau tidung sudah mulai naik pamor. Suasana di dalam kapal seperti di dalam metromini, penuh sesak, mungkin satu kapal hanya dapat memuat sekitar 150 orang. ongkos dari muara angke ke pulau tidung adalah Rp 33.000 dan bayarnya benar-benar seperti di metro mini, ada kenek yang keliling narikin duit ongkosnya. Perjalanan sendiri memakan waktu 3 jam, untungnya ombak tidak begitu besar padahal cuaca masih masuk musim hujan. Saya agak memaklumi karena laut jawa relatif tenang tidak seperti pantai-pantai di selatan yang berbatasan langsung dengan samudera Indonesia dengan ombak yang besar, jadi saya tidak terlalu khawatir.

Senin, 03 Mei 2010

Sawarna


Jumat , 30 April 2010

Kali ini saya pergi dengan dua orang teman saya yang putra batak. Kunjungan kali ini adalah Pantai Sawarna di daerah Banten Selatan. Ketika pertama kali saya mencetuskan ide ke Pantai Sawarna karena lokasinya yang dekat dan masih belum terlalu ramai, teman saya malah bingung karena belum pernah mendengar  sebelumnya, padahal dia kuliah di jurusan Pariwisata. Kemudian saya tanyakan ke teman-teman saya yang lain, dan memang belum pernah ada yang dengar Sawarna, waduuh…sepertinya ada yang salah dengan promosi daerah ini. Saya pun baru mendengarnya dari teman chating saya awal tahun ini, kemudian browsing-browsing di internet dan dapet info-info mengenai rute-rute dan penginapannya.

Rabu, 28 April 2010

Si Hitam Salira


"Sepii..,pasirnya yang hitam,dan lautnya yang tenang",
itu kata-kata yang tergambar begitu saya mengunjungi pantai salira di daerah banten.

Sangat jauh dari keramaian, dan letaknya dekat pembangkit listrik Suralaya.
Dari pelabuhan Merak membutuhkan waktu sekitar 30menit.
Jika dilihat dari peta, pantai salira berada di ujung paling atas dari jawa barat,
dan berbatasan langsung dengan laut jawa.
Kondisi pantainya sangat tenang tanpa ombak besar,
Apabila dibandingkan dengan pantai-pantai di sepanjang pelabuhan merak yang umumnya bibir pantainya sedikit dan berkarang-karang,
pantai salira mempunyai bibir pantai yg lumayan lebar dan berpasir hitam

"Saya sangat menyukai pantai-pantai yang sepi dan tenang seperti Salira ini"

akses ke Pantai Salira :
- dari Jakarta naik bus Jurusan Jakarta-Merak Rp 17.000
- dari Terminal Merak naik angkot jurusan Suralaya warna merah Rp 5.000

Kamis, 15 April 2010

Murah Meriah Sampai Bali

Sekedar berbagi info, bagi yg menyukai perjalanan ala backpacker dari Jakarta – Bali.
Berikut ada rincian ongkos perjalanan yang paling murah. Modalnya cuma mau sedikit susah dan ngegembel turun naik angkutan umum ekonomi, dan agak sedikit lama.hehehe…
Tujuan                                                                              Transportasi                         
Jkt (Jakarta kota)– Surabaya (St.Gubeng)          GAYABARU MALAM
Rp  43.500    --->  12.00 – 03.17 WIB
St.Gubeng – St.Banyuwangi                                    Kereta Sri Tanjung
Rp  19.500    ---> 14.23 – 22.22 WIB
St.Banyuwangi – Pelabuhan Gilimanuk              Jalan kaki
Pelabuhan.Gilimanuk –Ketapang                          Kapal Ferry                 
Rp  7.500       ---> 30 menit
Pelabuhan Ketapang – Terminal Ubung              Bus                                    
Rp 20.000,-   --->    4  jam
Total Jakarta - Bali :              Rp 90.500

alternatif lain :
 Tujuan                                                                         Transportasi
Jkt (St.senen) – Surabaya (St.Pasar Turi)       Kereta KERTAJAYA
Rp 43.500   --->   15.30 – 06.30 WIB

Angkot St.Pasar Turi – St.Gubeng                     Len RT
Rp    3.000   --->  15 menit
St.Gubeng – St.Banyuwangi                               Kereta Mutiara Timur
Rp  60.000   --->  09.00 – 16.00 WIB
Surabaya (bungurasih) - Denpasar (ubung)  Bus
Rp  90.000   --->   12 jam
Banyuwangi - Denpasar                                        Bus PT KAI
Rp  60.000   --->   4 Jam
Ternyata gak perlu budget besar kalo cuma nyampai Bali doank, duit Rp 100.000,- pun udah cukup untuk bisa ke Bali.hehehee....:D

Senin, 12 April 2010

Backpacker ke Gili Trawangan

Rabu, 3 Maret 2010

Siang itu pukul 13.20 WIB, kami berangkat dari Depok menuju terminal Kampung Melayu menggunakan Busway. Awalnya kami berniat berangkat dari Stasiun Senen, tapi karena sesampainya di terminal Kampung Melayu sudah jam 15.00 WIB lebih 15 menit, sedangkan kereta ekonomi KERTAJAYA ke Surabaya dari Stasiun Senen berangkat jam 15.30 WIB. Maka kami memutuskan untuk berangkat dari Stasiun Jatinegara, stasiun yang lebih dekat dari Kampung Melayu. Sesampai di Stasiun Jatinegara sekitar jam 15.30 WIB, dan tepat jam 15.57 WIB kereta KERTAJAYA dari Stasiun Senen tiba di Stasiun Jatinegara.